Sabtu, 13 Oktober 2018
pengembangan e-learning menggunakan LMS
PENGEMBANGAN E-LEARNING MENGGUNAKAN LMS
(LEMBAGA MANAGEMENT SYSTEM)
A. Pengertian
LMS merupakan sistem untuk mengelola
catatan pelatihan dan pendidikan, perangkat lunaknya untuk mendistribusikan
program melalui internet dengan fitur untuk kolaborasi secara ‘’online’’.
Menurut Courts dan Tucker (2012),
LMS adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola pembelajaran, mengirimkan
konten, (Content Delivery System), dan melacak aktivitas daring seperti
memastikan kehadiran dalam kelas maya, memastikan waktu pengumpulan tugas, dan
melacak hasil pencapaian siswa.
Menurut Kerschenbaum (2009) dalam
LMS Selection Best Practices, LMS adalah sebuah aplikasi yang berfungsi
mengadministrasian secara otomatis berbagai kegiatan pembelajarn.
LMS atau yang lebih dikenal
dengan Learning Management System adalah suatu perangkat lunak atau software
untuk keperluan administrasi, dokumentasi, laporan sebuah kegiatan, kegiatan
belajar mengajar dan kegiatan secara online (terhubung ke internet), E-learning
dan materi-materi pelatihan. Dan semua itu dilakukan dengan online.
Melalui pemanfaatan pusat sumber
belajar virtual menjadikan sistem pembelajaran yang interaktif dan mandiri
(independent learning).Secara kuanitatif, program ini menghasikan produk
berupa:
a. Sistem Learning Management
System (LMS).
b. Dihasilkannya modul-modul cetak
(prented material) tentang materi-materi penguasaan kompetensi pedagogik dan
kompetensi profesional.
c.
Dihasilkannya model multimedia interaktif yang berbasis web dan stand alone
tentang materi-materi penguasaan kompetensi pedagogik dan kompetensi
profesional.
B. Fitur –
fitur LMS
Fitur-fitur
yang terdapat dalam LMS pada umumnya antara lain adalah sebagai berikut.A. Administrasi, yaitu informasi
tentang unit-unit terkait dalam proses belajar mengajar :
a. Tujuan dan sasaran
b. Silabus
c. Metode pengajaran
d. Jadwal kuliah
e. Tugas
f. Jadwal ujian
g. Daftar referensi atau bahan bacaan
h. Profil dan kontak pengajar
i.
Pelacakan/tracking
dan monitoring
a. Diktat dan catatan kuliah
b. Bahan presentasi
c. Contoh ujian yang lalu FAQ (Frequently
Asked Questions)
d. Sumber-sumber referensi untuk
pengerjaan tugas
e. Situs-situs bermanfaaat
f. Artikel-artikel dalam jurnal online
C. Penilaian
D. Ujian online dan pengumpulan feedback
E. Komunikasi :
a. Forum diskusi online
b. Mailing
list diskusi.
c. Chat
C.
Jenis – jenis LMS
1). Moodle
Moodle adalah sebuah nama untuk sebuah program aplikasi yang
dapat merubah sebuah media pembelajaran kedalam bentuk web. Aplikasi ini
memungkinkan siswa untuk masuk kedalam "ruang kelas" digital
untuk mengakses materi-materi pembelajaran. Dengan menggunakan Moodle, kita
dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain.
Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic
Learning Environment.
Dokeos adalah jenis dari sekian banyak LMS yang
berkembang. Dokeos adalah elearning tools untuk aplikasi berbasis web. Dokeos
ini free alias gratis dan dokeos adalah software yang direlease oleh GNU GPL
dan pengembangannya didukung oleh dunia internasional. Sistem operasinya
bersertifikasi yang bisa digunakan sebagai konten dari sistem managemen untuk
pendidikan. Contennya meliputi distribusi bahan pelajaran , kalender , progres
pembelajaran, percakapan melalui text/audio maupun video, latihan dan test,
serta menyimpan catatan.
Olat
adalah singkatan dari Pembelajaran Online Dan Pelatihan. Ini adalah sebuah
aplikasi web - yang disebut Sistem Manajemen Pembelajaran yang mendukung setiap
jenis pembelajaran online, pengajaran, dan les dengan beberapa pendidikan. Olat
adalah perangkat lunak bebas dan open source. Pengembangannya dimulai pada
tahun 1999 di Universitas Zürich dan TERAKHIR memenangkan hadiah medida-Prix
pada tahun 2000 Dengan versi 3.0, sistem ini dibangun kembali dan sekarang
tersedia sebagai aplikasi komponen-berorientasi dikembangkan dalam bahasa
pemrograman Java. Olat memiliki dukungan untuk berbagai standar e-learning
seperti IMS (IMS Content Packaging, SCORM. Dengan versi 4.0, banyak add-ons
telah diperkenalkan ke sistem, yang membuatnya sangat mudah untuk memperluas
fungsionalitas LMS. Dengan versi 5.0, fitur baru seperti Wiki, Calendar, AJAX
Modus Beta IMS QTI) dan fulltext Cari telah dilaksanakan. Versi 6.0
terdiri layout baru dan ditingkatkan berdasarkan evaluasi kegunaan.
Sebuah versi berikutnya menyediakan skalabilitas penuh, berarti Olat dapat
dijalankan pada sekelompok server. Olat 7.0 menambahkan banyak fitur baru,
seorang penyihir kursus ditambah penerapan standar penting seperti REST API,
IMS Dasar LTI dan IMS QTI 2.1. Pada musim gugur 2011 beberapa kontributor
komunitas inti meninggalkan komunitas OLATHE karena perbedaan strategis dan
memulai cabang alternative.
aTutor adalah
sebuah LMS yang dirancang dengan kemampuan akses cepat dan kemudahan adaptasi.
Admin dapat menginstall (juga mengupdate) aTutor, mengatur tema baru, dan
dengan mudah mengembangkan semua fungsinya dengan modul fitur dengan mudah dan
cepat. Siswa dapat dengan cepat menambahkan, mengemas, dan mendistribusi
ulang konten instruksi berbasis Web, dengan mudah mengimpor konten paket
kemasan baru dan menggabungkan kursus secara online. Siswa belajar dalam
lingkungan pembelajaran adaptif.
Sakai
dipergunakan untuk mendukung pengajaran dan pembelajaran, kolaborasi kelompok
ad hoc, dan mendukung untuk kolaborasi riset dan portofolio. Sakai bersifat di
buat dan dipelihara oleh the sakai community. Model pembangunan sakai disebut
community source karena banyak develover membangun sakai merupakan community
dari organisasi – organisasi yang mengadopsi dan mempergunakan sakai.
D. Karakteristik
LMS
LMS memenuhi persyaratan pendidikan,
administrasi, dan penyebaran. Untuk pembelajaran perusahaan (corporate
learning), misalnya dapat berbagi banyak karakteristik dengan VLE ‘’(Virtual
Learning Environment)’’, atau lingkungan belajar virtual , yang digunakan oleh
institusi pendidikan, masing-masing LMS memenuhi kebutuhan yang unik. Lingkungan
belajar virtual (VLE) yang digunakan oleh universitas dan perguruan tinggi
memungkinkan instruktur untuk mengelola program mereka dan bertukar informasi
dengan siswa untuk kursus yang dalam kebanyakan kasus akan berlangsung beberapa
minggu dan akan bertemu beberapa kali selama berminggu-minggu.
E. Keunggulan
Dan Kelemahan LMS
Keunggulan LMS :
1. Menetapkan dan
merekodkan latihan untuk kakitangan dengan LMS.
2. Memudahkan
e-pembelajaran dengan platform pembelajaran secara
online.
3. Menggabungkan
kesemua maklumat latihan ke dalam satu sistem.
4. Mengurangkan
kos latihan dengan LMS.
5. Meningkatkan
pematuhan dengan keperluan kawal setia.
Kelemahan LMS :
1. Ketergantungan terhadap
vendor LMS yang digunakan
2. Organisasi harus menyesuaikan
proses e-learning berdasarkan LMS yang
digunakan
3. LMS pada umumnya hanya menyangkut
perencanaan, penyampaian, administrasi, dan manajemen kegiatan para pembelajar
serta proses pembelajaran. Pembuatan, publikasi, administrasi, dan manajemen
materi pembelajaran yang digunakan LMS merupakan domain dari LCMS (Learning
Content Management System).
Kamis, 11 Oktober 2018
strategi pembelajaran e-learning
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS
E-LEARNING
Strategi pembelajaran adalah suatu
rangkaian kegiatan yang telah dirancang guna mencapai tujuan secara efektif dan
efisien yang dilakukan oleh guru dan siswa. Jaya Kumar C. Koran (2002),
mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang
menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan
isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
Rosenberg (2001) menekankan bahwa
e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan
serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Hal ini senada dengan Cambell (2002) dan Kamarga (2002) yang intinya
menekankan penggunaan internet dalam pendidikan sebagai hakekat
e-learning. Bahkan Onno W. Purbo (2002) menjelaskan bahwa istilah “e”atau
singkatan dari elektronik dalam e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala
teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-usaha pengajaran lewat teknologi
elektronik internet. Internet, Intranet, satelit, tape audio/video, TV
interaktif dan CD-ROM adalah sebahagian dari media elektronik yang
digunakan Pengajaran boleh disampaikan secara ‘synchronously’ (pada waktu yang
sama) ataupun ‘asynchronously’ (pada waktu yang berbeda). Materi
pengajaran dan pembelajaran yang disampaikan melalui media ini mempunyai teks,
grafik, animasi, simulasi, audio dan video.
Dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa e-learning merupakan strategi pembelajaran yang memanfaatkan jaringan
informasi (internet) dalam menunjang keberhasilan proses belajar dan
pembelajaran yang dapat digunakan adalah dalam bentuk tutorial multimedia,
interaktif via internet, dan bahan ajar bersifat mandiri.
Strategi Pembelajaran Berbasis
Komputer dan Elektronik dapat dibedakan menjadi :
1. Strategi Pembelajaran berbasis computer
Komputer adalah alat elektronik yang termasuk kategori
multimedia. Menurut Arsyad (Yanti Herlanti 2005:3) komputer mampu melibakan
berbagai indra dan organ tubuh seperti telinga (audio), mata (visual), dan
tangan (kinetik) yang dengan perlibatan ini dimungkinkan informasi atau pesannya
mudah dimengerti. Komputer telah mulai diterapkan dalam pembelajaran
bahasa mulai 1960. Perkembangan teknologi komputer membawa banyak perubahan
pada sebuah program aplikasi yang seharusnya didesain terutama pada upaya
menjadikan teknologi ini mampu memanipulasi keadaan sesungguhnya. Penekanannya
terletak pada upaya yang berkesinambungan untuk memaksimalkan aktifitas belajar
mengajar sebagai interaksi kognitif antara siswa, materi subjek, dan
instruktur. Sistem-sistem komputer dapat menyampaikan pembelajaran secara
langsung kepada siswa melalui cara berinteraksi dengan mata pelajaran yang diprogramkan,
sistem inilah yang disebut pngajaran dengan bantuan komputer.
Pembelajaran berbasis komputer adalah sebuah konsep baru
yang sampai saat ini banyak desain dan implementasinya tentunya dalam dunia
pendidikan dan pembelajaran. Kondisi ini muncul sebagai wujud nyata dari
globalisasi teknologi informasi dan computer. Ada delapan alasan pemakaian computer
sebagai media pembelajaran. Alasan-alasan itu adalah: pengalaman, motivasi,
meningkatkan pembelajaran, materi yang otentik, interaksi yang lebih luas,
lebih pribadi, tidak terpaku pada sumber tunggal.
2. Strategi Pembelajaran berbasis
Elektronik
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris:
Electronic learning
disingkat E-learning)
adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi
logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk
dengan manis di ruang kelas
untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung.
E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu
saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program
pendidikan.
B. Sejarah
dan Perkembangan E-learning
E-pembelajaran atau pembelajaran
elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois
di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer
(computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu,
perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut :
a. Tahun 1990 : Era CBT
(Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e- learning yang berjalan dalam PC standlone
ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun
multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
b. Tahun 1994 : Seiring dengan
diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk
paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
c. Tahun 1997 : LMS (Learning
Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat
di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat
diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak
serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS
yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah
interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk
standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline
Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
d. Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi
E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis
Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun
administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs
informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan
multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai
pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.
e. E – Learning 2.0E-Learning 2.0 digunakan untuk
merujuk kepada cara pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang
terinspirasi oleh munculnya teknologi Web 2.0.
Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya berbasis pada paket
pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologi Internet (biasanya melalui LMS). Peran
siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas. Kemudian
tugas dievaluasi oleh guru.
C.
KARAKTERISTIK STRATEGI PEMBELAJARAN
E-LEARNING
Karakteristik e-learning, antara lain sebagai berikut :
1.
Memanfaatkan
jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau
guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah
dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
2.
Memanfaatkan
keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
3.
Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self
learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan
siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.
4.
Memanfaatkan
jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang
berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer.
D. HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
MERANCANG E – LEARNING
Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan
diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam
merancang elearning, yaitu :
a. Sederhana
Sistem
yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan
menu yang ada, dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi
pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat
diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar
menggunakan sistem e-learning-nya.
b. Personal
Syarat
personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya
seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan
dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya,
serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta
didik betah berlama-lama di depan layar komputernya.
c. Cepat
Kemudian layanan ini ditunjang dengan
kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik
lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin
oleh pengajar atau pengelola. Sedangkan Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga
kriteria dasar yang ada dalam e-learning.
1) e-learning bersifat jaringan, yang
membuatnya mampu memperbaiki secara cepat, menyimpan atau memunculkan
kembali,mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi.
2) e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer
dengan menggunakan standar teknologi internet.
3) e-learning terfokus pada pandangan
pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma
tradisional dalam pelatihan.
E.
TEKNOLOGI
PENDUKUNG E – LEARNING
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi.
Karena itu dikenal istilah: computer based learning (CBL) yaitu
pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan computer assisted
learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama
komputer.
Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada
prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Technology based learning
Technology based learning ini pada
prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape,
voice mail telephone) dan Video Information Technologies (video tape, video
text, video messaging).
b. Technology based web-learning.
Technology based web-learning pada
dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, Internet,
e-mail, tele-collaboration). Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang
sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas
(audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini juga sering di pakai pada
pendidikan jarak jauh (distance education), dimasudkan agar komunikasi antara
murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini.
Contoh penerapan strategi
pembelajarn e –learning:
· Menjelaskan materi matematika dalam
bentuk tutorial
· Membuat latihan matematika dalam
model drill dan practice dalam CAI
· Membuat multimedia bahan ajar
matematika secara menarik dalam bentuk animasi
F.
PROSEDUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
PADA E – LEARNING
Langkah-langkah dalam pengembangan bahan ajar pada e-learning
yaitu :
1. Mengidentifikasi
bahan pelajaran yang disajikan setiap pertemuan
2. Menyusun
kerangka materi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan instruksional dan
pencapaiannya sesuai dengan indikator – indicator yang telah ditetapkan.
3. Bahan
tersebut selanjutnya dibuat tampilan yang semenarik mungkin dengan menggunakan
aplikasi komputer yang didukung oleh
gambar, video dan bahan animasi lainnya agar siswa lebih tertarik dengan materi
yang dipelajari serta diberikan latihan – latihan sesuai dengan kaidah evaluasi
pembelajaran sekaligus bahan evaluasi kemajuan siswa.
4. Bahan
pengayaan hendaknya diberikan melalui link ke situs – situs belajar yang ada di
internet agar siswa mudah mendapatkannya.
5. Setelah
bahan selesai maka secara teknis guru tinggal mengupload ke situs e – learning
yang telah dibuat.
Berdasarkan
uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa e-learning merupakan salah satu
model pembelajaran yang dapat digunakan oeh guru agar pembelajaran yang
dilakukannya berhasil karena pada e-larning siswa dapat mengatur sendiri
kecepatan belajarnya dan guru dapat melakukan pembaharuan bahan ajar dengan
cepat dan langsng diterima oleh siswa.
G.
MANFAAT PENERAPAN STRATEGI E – LEARNING
Manfaat dari penerapan Strategi E-learning menurut
Soekartawi (2003) adalah sebagai berikut:
1. Dari sudut peserta didik
Adanya kegiatan e-learning
memungkinkan berkembangnya fleksibilitas yang tinggi. Artinya peserta didik
dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta
didik juga dapat berkomunikasi dengan guru setiap saat. Dengan kondisi yang
demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap
materi pelajaran.
2. Dari sudut guru
a. Lebih
mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya
sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mungkin terjadi.
b. Mengembangkan
di atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya karena waktu luang
yang dimiliki relatif banyak.
c. Mengontrol
kegiatan belajar peserta didik. Bahkan guru juga dapat mengetahui kapan peserta
didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik
dipelajari serta berapa
kali topik tertentu dipelajari ulang.
d. Mengecek
apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan
setelah mempelajari topik
tertentu, dan.
e. Memeriksa
jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepada peserta didik.
H.
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN STRATEGI PEMBELAJARAN
E – LEARNING
KELEBIHAN
STRATEGI PEMBELAJARAN E – LEARNING
Adapun kelebihan dari strategi
pembelajaran e-learning adalah :
1. Tersedianya
fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah
melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan
berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
2. Guru
dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur
dan terjadwal melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai
berapa jauh bahan ajar dipelajari.
3. Siswa
dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau
diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer.
4. Bila
siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang
dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
5. Baik
guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti
dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan
wawasan yang lebih luas.
6. Berubahnya peran siswa dari yang
biasanya pasif menjadi aktif.
7. Relatif
lebih efisien.
KELEMAHAN STRATEGI PEMBELAJARAN
E-LEARNING
Walaupun internet memiliki banyak manfaat
dalam pendidikan juga memiliki kelemahan. Beberapa kritik Bullen (2001) dan
Beam (1997) yaitu :
1.
Kurangnya
interaksi antara guru dan peserta didik atau bahkan antar peserta didik itu sendiri
yang bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar
dan mengajar.
2.
Kecenderungan
mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya
aspek bisnis/komersial.
3.
Proses
belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.
4.
Berubahnya
peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran Konvensional, kini
juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT
5.
Peserta
didik yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal
6.
Tidak
semua tempat tersedia fasilitas internet
7.
Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki
keterampilan intenet
8.
Kurangnya
penguasasan bahan computer
I.
CARA MENGATASI KELEMAHAN DARI
STRATEGI PEMBELAJARAN E- LEARNING
Menurut Soekartawi (dalam Kedasih,
2007:3) hal ini mungkin dapat diatasi dengan cara :
1. Disediakan forum untuk berdiskusi
antara guru dengan peserta didik dan antar peserta
didik,
2. Diberikan keterampilan menguasai teknologi kepada
pengajar
3. Disediakan fasilitas jaringan dan koneksi internet di
tempat-tempat
pendidikan
4. Disediakan software pembelajaran
5. Adanya kebijakan yang mendukung pelaksanaan progran
e-learning
Langganan:
Postingan (Atom)